“Kami minta jemputkan Raja Dobalang di Sibuai Tinggi, sebab ia meraja-rajakan diri serta meramaikan gelanggang, menyabung ayam, judi, melarikan anak gadis, dan istri orang,” titah Baginda Dipertuan Besar.
“Kami mohon masa tiga hari tuanku, sampai tiga hari kami datang menghadap tuanku, sebab kami Tiga Beradik hendak mufakat dulu,” jawab Tiga Beradik sopon.
“Baiklah,” jawab Yang Dipertuan Besar Indragiri.
Setelah tiga hari, Tiga Beradik datang lagi menghadap Yang Dipertuan Besar Indragiri.
“Bila berangkat orang Tiga Beradik?” Tanya Yang Dipertuan Besar Indragiri memulai percakapan.
“Sekarang sudah siap. Menunggu titah tuanku bila cukup syaratnya oleh tuanku kami Tiga Beradik akan berangkat,” jawab tiga Beradik.
“Kalau begitu, tunggu masa tiga hari lagi, hamba hendak mengumpulkan menteri-menteri berserta rakyat hamba dulu,” jawab Yang Dipertuan Besar Indragiri.
Yang Dipertuan Besar Indragiri terdiam sejenak memikirkan sesuatu, lalu melanjutkan pembicaraan yang hendak disampaikan
“Maksud hamba adalah…! Ada baiknya kita membaca doa selamat terlebih dahulu, serta menyiapkan syarat-syarat perbekalan apa-apa yang kalian kehendaki,” ujar raja kepada Tiga Beradik.
Orang Tiga Beradik memang bersatu-padu. Mendapat sama berlaba, hilang sama rugi, jikalau tenggelam sama tenggelam, kalau timbul sama timbul, jika baik sama baik, jika buruk sama buruk, itulah perbuatan penghulu yang bertiga.
Mereka meminta syarat seperti yang sudah mereka sepakati sebelumnya.
“Nan Tuo memerlukan seekor ayam-sabung betina, tuahnya cahaya negeri. Dua buah keris bersarung emas buatan Majapahit tuahnya senang hati.”
Lalu Nan Tengah memohon pula.
“Saya meminta pedang Jawi hulunya bertatahkan intan yang bertuliskan Muhammad, tuahnya bintang negeri.”
Memohon pula Nan Kecil.
“Lembing bersalut emas dan bersarung suasa tuahnya pelepas utang.”
Tanpa banyak pertanyaan, semua yang diminta dipenuhi oleh Yang Dipertuan Besar Indragiri. Lalu, orang Tiga Beradik itu pun berangkatlah, menemui Raja Dobalang di Sibuai Tinggi dengan perahu serta dilengkapi dengan tukang kayuh sebanyak 12 orang.
***
Setibanya di suatu negeri, maka naiklah Tiga Beradik itu ke atas darat. Salah seorang dari Tiga Beradik bertanya kepada orang-orang kampung yang dijumpai.
“Apa nama negeri ini?”








