Asal mulanya Yong masuk saen kapal luar (teken kontrak dengan kapal asing/luar negeri). Ketika itu Yong saend di Singapuraa. Sudah saind, Yong pun ikutlah berlayar. Yong pun bertolaklah, Yong ikut kapal luar negeri itu. Ketika itu, pangkat Yong Steurman II (mualim II), berkuasa di kapal sesudah kapten, turunnye (bawahnya) Yonglah. Semua anak kelasi (anak buah kapal/ABK)di kapal tersebut di bawah perintah Yong.
Suatu hari, Yong berangkatlah ke luar negeri dengan kapal yang Yong saind itu. Tinggallah Mak Yong engkau. Setelah beberapa waktu dalam perjalanan, belum terasa lagi penatnya duduk di kapal itu, tak lama kemudian sampailah kapal Yong itu di salah satu pelabuhan di Singapura. Rupanya di Singapura ini tidak lama, Dik. Hanya memuat sedikit barang saja.
Selang beberapa waktu, kapal Yong berangkat lagi. Kali ini, dari pelabuhan di Singapura kapal Yong belayar menuju laut di Timur Tengah, yakni ke Tanah Arab. Setelah tiba di negeri Arab itulah baru Yong tahu, rupa-rupanya ada pepatah orang Arab yang cukup luar biasa, berisi dan sangat bermakna dalam kehidupan, termasuk dalam kehidupan masyarakat kita di Bengkalis ini.
Pepatah itu selanjutnya Yong terjemah ke bahasa Inggris. Yong pun melanjutkanlah penggunaan pepatah itu dari bahasa Arab ke dalam bahasa Inggris. Banyak, orang-orang Inggris pun rupa-rupanya baru tahu pada pepatah ini. Pepatah yang Yong pakai dalam bahasa Inggris itu selanjutnya, Yong lanjutkan memakainya ke dalam bahasa Cina.
Yong Dollah : “Tuan-tuan pasti belum tahu, kalau pepatah orang Arab ini sangat berguna dalam hidup ini.”
Lalu Yong berkata dengan suara khas, bersemangat dan bersungguh-sungguh.
Yong Dollah : “Kira-kira dalam bahasa Melayu kita bunyi pepatah orang Arab itu begini, Dik ‘Dalam satu nakhoda jangan pijak dua perahu.’ Ha, begitulah!”
Pendengar : “Apa artinya, itu Yong?”
Yong Dollah : “Hah, itulah!” Itu belum, Dik. Ada kisah Yong yang lain lagi.
Pendengar : “Kisah apa pula, lagi Yong?”
Yong Dollah : “Kisah ketika Yong sampai di negeri Jepun!”
Sungguh luar biasa, Dik. Yong tidak punya banyak duit, tapi Yong sudah bias sampai di mana-mana negeri. Itulah, Dik! Ketika Yong saen Kapal Luar. Banyak pengalaman yang sudah Yong dapat. Dari satu negeri ke negeri yang lainnya, dari satu pulau ke pulau-pulau lainnya.
Pendengar : “Bagaimana cerita, Yong itu?”
Yong Dollah : “Ha, begini, Adik dengar baik-baik!”
Mike semua jengan harap hendak seperti Yong. Yong banyak berisi Dik.








