Scroll ke bawah untuk melihat konten
Bahasa & Sastra

Asal Mula Negeri Tiga Lorong

×

Asal Mula Negeri Tiga Lorong

Sebarkan artikel ini
Tiga Lorong. (Ilustrasi: budayamelayuriau.org)

PADA suatu hari menghadaplah pembesar istana kepada Dipertuan Besar Indragiri.

“Apa gerangan panglima datang ke istana?” Tanya Dipertuan Besar.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

“Ampun tuanku, ada seorang yang meraja-rajakan dirinya di Kota Sibuai Tinggi,” jawab panglima.

 “Siapa gerangan orangnya, panglima?”

“Dia mengaku bernama Raja Dubalang.”

“Apa yang dibuatnya sehingga perlu dirisaukan sangat oleh Panglima?”

“Dia mengaku-ngaku raja,”

“Tak apalah, karena dia bukanlah raja sebenarnya,”

“Itulah masalahnya Duli Tuanku,”

“Masalahnya apa?”

“Selain meraja-rajakan diri, juga meramaikan gelanggang menyabung ayam, judi, melarikan anak gadis, dan istri orang,” jawab Panglima.

“Nah kalau begitu kata Panglima, baiklah kita enyahkan dia.” Titah Yang Dipertuan Besar.

“Sudah kita usahakan, tapi Raja Dubalang itu sakti mandraguna.”

“Hah? Hebat betul dia?”

“Betul. Sudah banyak rakyat kita binasa karenanya.”

Benar, laki-laki yang mencoba melawan karena tunangan dan istrinya diganggu oleh Raja Dubalang habis dibunuh dengan kejam. Para pemilik ayam petarung yang ayamnya menang pun dibunuh.  

Maka berangkatlah Duli yang Dipertuan Besar Indragiri mudik mengarungi Sungai Keruh dari Pekantua ke Pauh Ranap. Di sana Yang Dipertuan Besar mendengar berita bahwa ada tiga bersaudara yang berkelebihan.

“Lalu di mana tinggal mereka?” Tanya Sultan kepada rakyat yang tinggal di negeri itu.

“Entahlah Duli Baginda,” jawab Panglima yang mendampinya.

Baca Juga:  Ular Manau-Cerita Yong Dollah

“Cari orang tiga beradik itu,” titah Yang Dipertuan Besar.

Panglima pun mencari tempat tinggal orang tiga beradik itu. Berjalanlah Panglima Kerajaan Indragiri itu hingga sampailah ia di Koto Siambung lalu bertemulah dengan orang yang bertiga beradik itu.

“Yang Dipertuan Besar memanggil tuan-tuan bertiga ke istana.”

Orang yang bertiga itu pun datang menghadap Yang Dipertuan Besar Indragiri di Pekan Tua.

“Apa gerangan tuanku?” Tanya orang Tiga Beradik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *