Scroll ke bawah untuk melihat konten
Bahasa & Sastra

Asal Mula Rumah Siput-Kampar

×

Asal Mula Rumah Siput-Kampar

Sebarkan artikel ini
Asal Mula Ruma siput. (Ilustrasi: budayamelayuriau.org)

DAHULU kala, siput tidak membawa rumahnya kemana-mana. Ia tinggal di sarang burung yang sudah ditinggalkan induk burung. Rumah itu berada di atas pohon.

Di dalam rumah itu, siput merasakan kebahagiaan. Malam terasa hangat dan siang terasa sejuk. Daun-daun pohon merintang angin malam, dan melindungi sinar matahari.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Tetapi, ketika musim hujan datang, daun-daun itu tidak bisa lagi menghalangi air hujan yang jatuh. Siput menjadi basah dan kedinginan. Air hujan terlalu kuat untuk ditahan oleh dedaunan.

Siput kemudian pindah ke dalam lubang yang ada di batang pohon. Jika hari panas, siput terlindung dengan baik, bahkan jika hujan turun, siput tidak akan basah dan kedinginan.

“Sepertinya aku menemukan rumah yang cocok untukku,” gumam siput dalam hati.

Tetapi, pada suatu hari yang cerah, datanglah burung pelatuk.

“ok… tok… tok…”

Burung itu mematuk batang pohon rumah siput. Suaranya tidak henti-hentinya sepanjang hari.  Siput menjadi terganggu dan tidak bisa tidur.

Dengan hati jengkel, siput turun dari lubang batang pohon dan mencari tempat tinggal selanjutnya. Siput menemukan sebuah lubang di dalam tanah;

“Rumah ini sepertinya hangat jika malam datang, dan sejuk jika di siang hari,” pikir siput.

Siputpun membersihkan lubang tersebut dan memutuskan untuk tinggal di dalamnya.

Baca Juga:  Asal Mula Negeri Tiga Lorong

Tetapi, ketika malam datang, tikus-tikus datang menggali dari segala arah. Rumah siput menjadi rusak. Bahkan, tikus-tikus sering buang kotoran sembarangan. Apa mau dikata, siput pergi meninggalkan lubang, ia untuk mencari rumah baru kembali.

Siput berjalan terus sampai di tepi pantai. Pantai itu penuh dengan batu karang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *