“Sela-sela batu karang dapat menjadi rumahku,” siput bersorak senang.
Ia berpikir bisa berlindung dari panas matahari dan hujan, tidak aka nada burung pelatuk yang akan mematuk batu karang, dan tikus-tikus tidak akan mampu menggali lubang menembus ke batu ini.
Siput pun beristirahat dengan tenang.
Tetapi, ketika air laut pasang dan naik sampai ke atas batu karang, siput ikut tersapu bersama dengan ombak.
Sekali lagi siput harus pergi mencari rumah baru. Ketika berjalan meninggalkan pantai, siput menemukan sebuah cangkang kosong, bentuknya cantik dan sangat ringan.
Karena lelah dan kedinginan, siput masuk ke dalam cangkang itu. Ia merasa hangat dan nyaman, lalu tidur bergelung di dalamnya.
Saat pagi datang, siput menyadari telah menemukan rumah yang terbaik baginya.
“Cangkang ini sangat cocok untukku. Aku tidak perlu lagi cepat-cepat pulang jika hujan turun, tidak akan kepanasan lagi jika matahari menyinar, tidak akan ada lagi yang menggangguku. Aku akan membawa rumah ini bersamaku ke manapun aku pergi,” gumannya riang.








