Scroll ke bawah untuk melihat konten
Bahasa & Sastra

Asal Nama Negeri Serombo-Rokan Hulu

×

Asal Nama Negeri Serombo-Rokan Hulu

Sebarkan artikel ini
Asal Nama Negeri Serombo. (Ilustrasi: budayamelayuriau.org)

SYAHDAN! Ketika daratan yang dihuni manusia sekarang masih lautan. Di sebuah negeri bernama Seromba, yang tidak seberapa jauh dari Pasirpengaraian. Hiduplah seorang ulama alim yang memiliki ilmu tiada tolak banding. Sang ulama yang bernama Datuk Tuanku Mudo tersebut amat rajin mengembangkan dan menyiarkan agama Islam, tidak hanya di negeri Seromba tempat ia bernaung, tapi juga di negeri-negeri lainnya yang jauh dari Serombo.

Kegigihan Datuk Tuanku Mudo mengembangkan ajaran Islam ternyata ditentang oleh Kepala dan Pembesar Negeri Serombo. Mereka tidak menginginkan kepercayaan nenek moyangnya yang menyembah pohon-pohon besar diganggu dan diganti oleh kepercayaan lain yang kini sedang dikembangkan oleh Datuk Tuanku Mudo. Namun berbagai usaha dan upaya yang dilakukan Kepala Negeri Serombo agar Datuk Tuanku Mudo berhenti dan tidak lagi mengembangkan ajarannya ternyata sia-sia belaka. Malahan Datuk Tuanku Mudo semakin gigih dan pengukutnyapun kian bertambah.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Selain seorang ulama yang alim, Datuk Tuanku Mudo juga memiliki sebuah periuk ajaib. Walaupun bentuknya kecil, tapi apa bila dimasukan beras dan ditanak, maka isi periuk itu tidak akan habis di makan oleh orang sekampug. Karena itulah, penduduk yang ada di dusunnya tidak ada yang mati kelaparan seperti yang terjadi di dusun-dusun lainnya yang ada dalam Negeri Serombo.

Baca Juga:  Legenda Selembang Karang - Rokan Hulu

Keanehan periuh Datuk Tuanku Mudo tersebut telah tersiar ke dusun-dusun tetangga lainnya. Kabar tersebut sampai juga ke telinga Kepala Negeri Serombo. Ia lalu memerintahkan hulubalangnya untuk menemui Datuk Tuanku Mudo, hendak mengundang ke istana menikmati hidangan lezat yang akan di masak oleh pemasak-pemasak handal istana.

Namun di balik undangan istimewah tersebut, ternyata tersimpan niat jahat dan keji dalam hati Kepala Negeri Serombo. Ia menginginkan Datuk Tuanku Mudo agar memakan daging babi dan anjing yang jelas-jelas bertentangan dengan agama Islam yang kini sedang disyiarkan Datuk Tuanku Mudo. Selain itu, Kepala Negeri Serombo tersebut juga menginginkan periuk ajaib menjadi miliknya. Dengan begitu, apabila datang musim panen yang gagal, ia dan keluarganya tidak akan mati kelaparan.

Sesungguhnya Datuk Tuanku Mudo tidak ingin menghadiri undangan tersebut. Tetapi ia teringat ajaran Islam yang menyatakan bahwa apabila ada orang lain yang mengundang, maka wajib untuk dipenuhi.

Pada waktu yang telah ditentukan, tibalah Datuk Tuanku Mudo di istana negeri Serombo. Kedatangannya disambut baik oleh kepala negeri beserta para hulubalang dan pembesarnya. 

Tidak berapa lama setelah tiba di istana, dihidangkanlah makanan yang nikmat dan lezat kepada Datuk Tuanku Mudo, namun dalam makanan itu ternyata telah dicampur dengan daging babi dan anjing.

Kepala negeri Serombo lalu mempersilahkan Datuk Tuanku Mudo untuk menikmati hidangan yang ada dihadapannya. Datuk Tuanku Mudo pun bersiap-siap hendak memakan hidangan tersebut. Namun sebelum ia menyantap makanan, Datuk Tuanku Mudo berdoa sebagaimana yang disyariatkan Islam. Namun keanehan terjadi ketika Datuk Tuanku Mudo selesai berdoa. Beberapa daging berhamburan keluar dari dalam mangkuk dan piring yang dihidangkan. 

Baca Juga:  Siti Janilun dan Bujang Jenali

“Astafirullah…” ujar Datuk Tuanku Mudo terkejut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *