Scroll ke bawah untuk melihat konten
Bahasa & Sastra

Putri Guguk Arai Mayang

×

Putri Guguk Arai Mayang

Sebarkan artikel ini
Putri Guguk Arai Mayang. (Ilustrasi: budayamelayuriau)

Selamat pun pulang. Belum lagi ia berhenti penat, raja sudah bertanya.
“Mana anak itu, Selamat?”
“Ampun tuanku,” jawab Selamat, “Dia berkata dari atas rumah, katanya, “Selamat pulanglah dulu, aku sedang memasang subang. Jangan dijemput juga daku, ada batang pinang di ujung rumah, kalau bergoyang dia, tandanya aku sudah datang”.

Tak lama kemudian, sang raja pun menyiapkan senapang dan tombak, pergi ke tempat pohon pinang di ujung rumah. Dilihatnya pohon itu bergoyang. Ia lalu membidik ke atas, dan melepaskan tembakan.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Tembakan yang pertama mengenai telinga Puteri Guguk Arai Mayang. Subang yang dipakainya kena tembak. Tembakan yang kedua mengenai dada Puteri Guguk Arai Mayang. Dia terjatuh dari atas pohon pinang dan mati. Tembakan selanjutnya mengenai permaisuri, dan juga terjatuh lalu mati.

Raja melihat kedua korban tembakannya. Barulah diketahuinya bahwa anak perempuannya yang bernama Puteri Guguk Arai Mayang itu luar biasa cantiknya. Ia lalu melemparkan tombak ke halaman, dan langsung menerjuni tombak itu, tepat didadanya dan ia pun mati pula.***

Cerita ini dari kumpulan Cerita Rakyat Indragiri Hulu (1997) yang diterbitkan Pemerintah Daerah Tk. II Indragiri Hulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *