Scroll ke bawah untuk melihat konten
Bahasa & Sastra

Putri Guguk Arai Mayang

×

Putri Guguk Arai Mayang

Sebarkan artikel ini
Putri Guguk Arai Mayang. (Ilustrasi: budayamelayuriau)

Setelah mendengar suara puteri itu dari atas rumah, Selamat pun pulang. Belum lagi sempat Selamat berhenti penat, raja langsung bertanya kepadanya.
“Mana anak itu, Selamat?”
“Ampun tuanku,” jawab Selamat, “Dia berkata dari atas rumah. Katanya, ‘Selamat pergilah dulu, aku lagi bertenun kain untuk ayah.’
“Kain sebagus mana yang tak aku bawa dari laut,” kata sang raja. ” Segera bawa anak itu ke sini, hendak kubnh dia”.
Selamat pun pergi ke Bukit Sigalumpang. Dari bawah terdengar ia berseriu.

Puteri Guguk Arai Mayang
Tinggal Di Bukit Sigalumpang
Raja menyuruh turun juga!

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Dari atas rumah terdengar suara yang sangat merdu menyahut panggilan si Selamat.

Selamat pulanglah dulu
Aku lagi bertenun baju untuk ayah

Selamat pun pulang. Belum lagi ia sempat berhenti penat, raja menyergahnya.
“Mana anak itu, Selamat?”
“Ampun, tuanku,” jawab Selamat, “Dia berkata dari atas rumah. Katanya, ‘selamat pulanglah dulu, aku lagi bertenun baju untuk ayah’.”
“Baju sebagus mana yang tak aku bawa dari laut?” kata sang raja dengan sangat marah. “Segera bawa anak itu ke sini, hendak kubnh dia”.
Selamat pun pergi pula ke Bukit Sigalumpang. Dari bawah kedengarannya ia berseru.

Puteri Guguk Arai Mayang
Tinggal di Bukit Sigalumpang
Raja menyuruh turun juga!

Baca Juga:  Putri Hijau-Rokan Hilir

Dari atas rumah terdengar suara yang sangat merdu menyahut panggilan si Selamat.

Selamat pulanglah dulu
Aku lagi bertenun kopiah untuk ayah

Selamat pun pulang. Belum lagi sempat ia berhenti penat, raja sudah menghardiknya.
“Mana anak itu, Selamat?”
“Ampun tuanku,” jawab Selamat, “Dia berkata dari atas rumah. Katanya, ‘Selamat pulanglah dulu, aku lagi bertenun kopiah untuk ayah’.”
“Kopiah sebagus mana yang tak aku bawa dari laut,” kata raja itu bertambah marah. “Segera bawa anak itu ke sini, hendak kubnh dia”.
Selamat pun pergi ke Bukit Sigalumpang. Dari bawah ia berseru.

Puteri Guguk Arai Mayang
Raja menyuruh turun juga!

Dari atas rumah terdengar suara yang sangat merdu menyahut panggilan Si Selamat.

Selamat pulanglah dulu
Aku lagi menyapu rumah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *