Selamat pun pulang. Belum sempat berhenti penat, raja sudah bertanya, “Mana anak itu, Selamat?
“Ampun tuanku,” jawab Selamat, “Dia berkata dari atas rumah. Katanya, ‘Selamat pulanglah dulu, aku lagi menyapu rumah’.”
“Cepat pergi kau ke sana,” kata raja dengan kemarahan yang memuncak. “Bawa anak itu ke sini. Hendak kubnh dia”.
Selamatpun pergi pula ke Bukit Sigalumpang. Dari bawah ia berseru.
Puteri Guguk Arai Mayang
Tinggal di Bukit Sigalumpang
Raja menyuruh turun juga!
Dari atas rumah terdengar suara merdu menyahut panggilan Si Selamat.
Selamat pulanglah dulu
Aku lagi berminyak bersisir
Selamat pulang. Belum sempat berhenti penat, raja sudah bertanya.
“Mana anak itu, Selamat?”
“Ampun tuanku,” jawab Selamat, “Dia berkata dari atas rumah. Katanya, ‘Selamat pulanglah dulu, Aku lagi berminyak bersisir’.”
“Banyak benar alasannya,” kata raja dengan kemarahan yang bertambah-tambah. “Cepat bawa anak itu ke sini. Hendak kubnh dia segera”.
Selamat pergi pula ke Bukit Sigalumpang. Dari bawah ia berseru.
Puteri Guguk Arai Mayang
Raja menyuruh turun juga!
Dari atas rumah terdengar suara merdu menyahut panggilan Si Selamat.
Selamat pergilah dulu
Aku lagi memakai kain dan baju
Selamat pun pulang. Belum lagi ia berhenti penat, raja sudah bertanya
“Mana anak itu Selamat?”
“Ampun tuanku,” jawab Selamat, Dia berkata dari atas rumah, katanya, “Selamat pulanglah dulu, aku memakai kain dan baju.”
“Cepat bawa anak itu ke sini. Hendak bnh dia,” Kata sang raja lebih ke puncak lagi marahna.
Selamat pergi pula ke Bukit Sigalumpang. Dari bawah ia berseru.
Puteri Guguk Arai Mayang
Tinggal di Bukit Sigalumpang
Raja menyuruh turun juga!
Dari atas ruamah terdengar suara merdu menyahut panggilan Si Selamat.
Selamat, pergilah dulu
Aku sedang memasang subang
Jangan juga dijemput juga daku
Ada batang pinang di ujung rumah
Kalau bergoyang dia
Tandanya aku sudah datang








