Scroll ke bawah untuk melihat konten
Bahasa & Sastra

Asal Mula Burung Punai-Pelalawan

×

Asal Mula Burung Punai-Pelalawan

Sebarkan artikel ini
Asal Mula Burung Punai. (Ilustrasi: budayamelayuriau.org)

Sing! Tali gasing
Alit gasing dan buah keras
Sampai hati ibu!
Ditanaknya aku gasing
Digulainya tali gasing
Menjadi punai-punai jugalah aku hendaknya
Makan buah kayu ara.

Selesai bernyanyi seperti itu tumbuh bulu sehelai di badannya. Ia terus juga bernyanyi dan tumbuh pula bulu sehelai lagi. Begitu seterusnya. Karena lama kelamaan bernyanyi, maka ratalah seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu. Kini ia telah menjelma menjadi seekor burung Punai. Ia pun terbang ke arah jendela ia terbang ke bumbung atap, kemudian barulah ia terbang tinggi ke udara. Dari udara terlihatlah olehnya ladang orang tuanya. Kemudian ia terbang ke arah ladang dan hinggap pada sepohon kayu ara yang tinggi. Dari atas pohon itu terlihat emak dan ayahnya sedang asyik menyiang rumput, ia pun bernyanyi:

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Sing! Tali gasing
Alit gasing dan buah keras
Sampai hati ibu!
Ditanaknya saya gasing
Digulainya tali gasing
Menjadi punai saya kini
Makan buah kayu ara.

Mendengar nyanyian burung yang pandai bicara itu maka berkatalah emaknya,

“Ei, coba awak dengar! Kalau tidak salah. Seperti suara anak kita, Atan.”
“Mana pula, coba dengar baik-baik kata ayahnya.”

Mereka mendengar secara seksama suara nyanyian dari burung punai itu.

Sing! Tali gasing
alit gasing dan buah keras
sampai hati ibu!
ditanaknya saya gasing
digulainya tali gasing
menjadi punai saya kini
makan buah kayu ara.

“Iya,” kata ayahnya sambil mendengar dengan seksama.
“Itu memang suara anak kita,” lanjutnya memastikan.

Baca Juga:  Legenda Putri Sintong dan Cerita Lainnya

Maka berteriaklah emaknya memanggil si Atan.
“Nak. kemarilah! Ini nasi…” teriak emaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *