Scroll ke bawah untuk melihat konten
Bahasa & SastraUtama

Asal Mula Pulau Halang-Rokan Hilir

×

Asal Mula Pulau Halang-Rokan Hilir

Sebarkan artikel ini
Asal Mula Pulau Halang. (Ilustrasi: budayamelayuriau.org)

TERSEBUTLAH sebuah kisah tentang satu keluarga miskin yang tinggal di Kerajaan Pekaitan, yaitu sepasang suami-istri dan seorang anak laki-laki yang bernama Kantan. Keluarga ini sehari-hari hidupnya bergantung pada mata pencaharian mencari kayu api dan rotan untuk dijual sebagai membeli sesuap nasi. Anaknya yang bernama si Kantan tadi meningkat remaja: gagah berani dan pintar pula.

Pada suatu malam sang emak bermimpi didatangi seorang shekh berjanggut putih dan panjang. Dalam mimpinya itu shekh menjelaskan kepada emak si Kantan, bahwa dalam hutan di tempat mereka mencari kayu dan rotan ada serumpun rotan semambu. Di tempat itu ada sebuah rebung semambu. Rebung semambu ini kalau dijual mereka akan menjadi kaya-raya, karena harganya sangat mahal.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

“Besok pagi-pagi pergilah ke tempat itu dan ambil rebung semambu itu lalu dibungkus dengan kain kuning, dan bawalah pulang,” kata orang tua berjanggut putih itu.

“Kalau dijual kalian akan jadi orang kaya besar,” ujar syekh itu mengulang.

Belum sempat emak si Kantan bertanya, syekh itu pun hilang. Emak si Kantan pun terbangun  

Sehabis bermimpi emak si Kantan terbangun dan terus diingatnya mimpi tadi. Setelah hari siang, pagi-pagi sekali, dibangunkannya si suami dan diceritakannya mimpi itu. Dan, setelah suami mendengar maka suami-istri bermufakat untuk segera ke hutan di mana rebung semambu itu berada. Kedua-duanya segera berangkat menuju tempat rebung itu, beberapa jam kemudian ia pun menemukan rebung semambu itu, bercahaya dan segera diambil oleh emak si Kantan dan dibungkus dengan kain kuning. Keesokan harinya, sang bapak dan sang ibu memanggil anaknya Kantan, dan menyuruh anaknya berlayar dengan menumpang tongkang yang membawa atap nipah ke Pulau Pinang. Anaknya pun menyanggupi, kata anaknya karena hidupnya yang melarat ini lebih baik ia merantau ke negeri orang.

Baca Juga:  Heboh Ikan Busuk-Cerita Yong Dollah

“Siapa tahu nanti ada nasib baik di sana. Kita bisa hidup senang,” jawab si Kantan setelah ibunya menyampaikan maksudnya.

Lantas si ibu menjelaskan lagi, “maksud ibu dan juga bapakmu agar Kantan pergi berlayar ke Pulau Pinang menumpang tongkang dan bawa barang ini. Barang ini namanya rebung semambu, dan sampai di sana juallah pada toke Cina harganya mahal sekali.”

Lantas barang itu diperlihatkan emaknya, maka sang anak pun terkejut melihat semambu yang bercahaya kuning itu. “Setelah dijual segera kau pulang ya nak ya,” kata bapak si Kantan.

“Kantan, kami ini sudah tua,” sambung emak si Kantan. “Engkaulah tumpuan harapan kami. Jangan sampai tempat kau menumpang itu tahu dengan barang yang engkau bawa ini,” nasihat emak si Kantan.

“Besok pagi-pagi sekali pergilah engkau dengan tongkang yang akan bertolak ke Pulau Pinang. Menumpanglah padanya,” pesan bapak si Kantan. 

“Baiklah emak, akan senantiasa kuingat nasihat emak dan bapak,” jawab si Kantan pula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *