Scroll ke bawah untuk melihat konten
Bahasa & Sastra

Menghadang Musuk-Cerita Yong Dollah

×

Menghadang Musuk-Cerita Yong Dollah

Sebarkan artikel ini
Yong Dollah. (Ilustrasi: budayamelayuriau.org)

Ketika itu, di Bengkalis sedang hebatnya orang berkawal (berjaga-jaga) menjaga jangan sampai musuh masuk. Pada suatu pagi buta, berbunyilah tanda bahaya. Biasanya kalau ada bunyi macam itu  menandakan musuh akan datang. Ketika itu, semua orang hiruk pikuk, bergegas mencari lubang tempat persembunyian. Ada juga masuk ke dalam benteng, bagi yang sudah punya. Banyak pula yang menyuruk masuk dalam sumur.

Setelah beberapa lamanya, bunyilah suara tanda yang menyatakan aman pula. Semua orang keluar dari tempat lubang persembunyiannya. Kalau sudah ada bunyi tanda aman ini orang-orang baru berani bekerja, mengurus ternak dan segala keperluannya. Semuanya mengurus untuk keperluan masing-masing.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Pendengar     : “Yong ketika itu di mana pula?”

Yong Dollah   : “Yong membawa serombangan orang-orang. Semua orang itu Yonglah pemimpinnya.”

Yang hadir    : “Rombongan siapa Yong?”

Mereka itu ada yang membawa kayu untuk senjata, ada juga yang membawa golok, parang, pedang, samurai dan sebagainya.

Pendengar    : “Yong bawak senjata apa pula, Yong?”

Yong Dollah   : “Ha, kecuali Yong, Dik! Yong Cuma membawa sebilah parang. Yong bungkus dengan upih pinang.

Pendengar    : “Mengapa dibungkus, Yong?”

Yong Dollah   : “Itulah, Dik!”

Kalau begini, Yong jadi teringat masa lalu. Ketika Yong berperang menghadang musuh di Batu Bara, Sumatra Tengah. Sama seperti ini. Orang-orang banyak membawa senjata, ada yang membawa bambu runcing, parang, pedang, dan lainnya. Tapi Yong waktu itu cuma membawa inilah apa yang Yong pegang ini (sambil menunjukan parang di tangan) “Ini, macam benda pusaka. Ini sudah banyak jasanya pada Yong. Tapi, itulah Yong selalu sibuk, sampai kini tak sempat memasang hulunya.

Baca Juga:  Peti Sepatu-Cerita Yong Dollah

Yong Dollah   :  “Ha, inilah! Dulu, biasa, kemana saja Yong tidak meninggalkan senjata.

Meski hanya parang kontong harus bawak senjata. Tak perlu panjang-panjang, cukup satu hasta orang dewasa saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *