Scroll ke bawah untuk melihat konten
Bahasa & SastraUtama

Putri Tujuh-Dumai Versi 1

×

Putri Tujuh-Dumai Versi 1

Sebarkan artikel ini
Putri Tujuh. (Ilustrasi: budayamelayuriau.org)

Sesungguhnya Sayid Aziz Ibrahim sangatlah mendambakan kehadiran seorang anak laki-laki sebagai penerus generasi dan cita-citanya, sekaligus dapat menjadi pelindung bagi kakak-kakaknya yang perempuan. Sementara itu Syarifah Ruqayah sadar bahwa dirinya sudah cukup tua dan kemungkinan untuk hamil lagi sangat kecil, maka dengan ikhlas disarankan kepada Sayid Aziz untuk menikah lagi.

Pada mulanya Sayid Aziz Ibrahim merasa enggan, lantaran ia sangat sayang pada istrinya. Namun ia pun kemudian menikah juga atas pertimbangan pembesar lainnya. Maka dipilihlah Sayidah Hasanah, seorang perempuan bangsawan Siak, bekas murid As Syaikh Abul Hasan.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Beberapa waktu setelah pernikahan Sayidah Hasanah menampakkan tanda-tanda kehamilannya Sayid Aziz  dan keluarga lainnya menunggu dengan harap cemas. Namun ternyata ketika melahirkan Sayidah Hasanah dikaruniai anak perempuan, yang kemudian diberi nama Syarifah Rohimah. Beberapa bulan setelah kelahiran Syarifah Rohimah dengan izin Allah Syarifah Ruqayah hamil lagi. Ternyata anak yang ke tujuh ini adalah seorang putri yang memiliki tanda-tanda istimewa yang sebelumnya tidak dimiliki oleh kakak-kakaknya. Putri ketujuh ini diberi nama Syarifah Junjungan.

Maksud hati memeluk gunung
Apa daya tangan tak sampai
Walau dicoba sepanjang umur
Jangan menyangka tidak beruntung
Pabila hajat tiada sampai=
Karena hidup Allah yang atur

Sebagaimana yang sudah diceritakan sebelumnya, bahwa untuk membantu Syarifah Ruqayah mengasuh putri-putrinya Sayid Aziz Ibrahim mengangkat Nasimah sebagai ibu/kakak asuh dengan gelar kehormatan, Dayang Nasimah. Khususnya untuk ketujuh putri yang dilahirkan oleh Syarifah Ruqayah. Sedangkan Syarifah Rohimah tidaklah begitu dekat, lantaran mereka tidak tinggal serumah dan jarang berkumpul bersama. Adapun teman bermain Syarifah Rohimah sehari-hari adalah gadis belia.

Baca Juga:  Asal Mula Bukit Bertingkah-Inderagiri Hulu

Karena kedudukannya sebagai istri pejabat kerajaan Syarifah Ruqayah memiliki keterbatasan ruang gerak sebagaimana yang diatur oleh adat istiadat. Sementara, antara Dayang Nasimah dan ketujuh putri tidaklah tampak perbedaan yang menyolok, karena kesederhanaan hidup yang diajarkan oleh Sayid Aziz Ibrahim kepada putri-putrinya. Dayang Nasimah mengasuh ketujuh bagaikan anak sendiri, sebaliknya ketujuh putri memperlakukan Dayang Nasimah bagaikan ibu kandung sendiri.

Setelah menjadi gadis remaja antara satu puteri dengan yang lainnya memang memiliki paras dan kulit yang agak berbeda. Namun, walaupun ketujuh putri sadar mereka cantik jelita dan putri pejabat kerajaan yang dimuliakan, berkat didikan agama yang ditanamkan oleh Sayid Aziz budi pekerti mereka sangat baik.

Sebagai anak bungsu Syarifah Junjungan memiliki sesuatu yang lebih dibandingkan kakak-kakaknya dari sejak dilahirkan. Kabar tentang putri yang bertujuh ini sudah menyebar luas keluar wilayah kekuasaan Raja Pamalayu, karena banyaknya orang dan mengintai keelokan Putri Tujuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *