Scroll ke bawah untuk melihat konten
Tokoh

UU Hamidy

×

UU Hamidy

Sebarkan artikel ini
UU Hamidy. (foto: LAMR)

UU HAMIDY adalah seorang penulis, peneliti, budayawan, dan akademisi dari Riau, Indonesia. Ia lahir di Kenegerian Siberakun, 17 November 1943.

UU Hamidy meraih gelar sarjana pendidikan bidang Bahasa dan Sastra dari IKIP Malang pada tahun 1970. Ia kemudian melanjtukan studi pada Jabatan Pengajian Melayu Unversiti Malaya Kuala Lumpur dan meraih gelar Master of Arts dengan tesis berjudul Randai Dalam Kehidupan Masyarakat Melayu Riau (1980).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

UU Hamidy menjadi tenaga edukatif pada Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unersitas Riau.

Sepanjang karirnya dalam dunia tulis-menulis, UU Hamidy menerbitkan sedikitnya 50 judul buku. Sebagian besar karyanya bertemakan tentang kajian kebudayaan Melayu, kesusastraan, dan pengembangan budaya Melayu yang bermartabat.

Tulisan UU Hamidy banyak tersebar di dalam dan di luar negeri. Ia juga pernah bergiat mengisi rubrik sastra di Harian Riau Pos. Pemikiran UU Hamidy sering berazaskan kepada penciptaan azam Melayu dan tamadun pemikiran Melayu yang dinamis dan prinsipil.

UU Hamidy juga memberikan perhatian dan kajian penting terhadap bahasa Indonesia, khususnya pemikiran dan kajiannya tentang sumbangan bahasa Melayu Riau kepada bahasa dan bangsa Indonesia. UU Hamidy mengupas latar belakang permasalahan tersebut di dalam bukunya yang berjudul Riau sebagai Pusat Bahasa dan Kebudayaan Melayu (2003).

Semasa kecil, UU Hamidy sering merenungkan sifat-sifat alam yang pernah dijelajahinya di sekitar kampung tempat tinggalnya. Dari situ, Ia pun menulis memoarnya dalam sebuah buku yang berjudul Rahasia Penciptaan (2005).

Buku karya UU Hamidy sering dijadikan referensi bagi penulis yang akan mengupas seluk beluk tentang kebudayaan Melayu Riau. Bahkan tidak jarang para penulis saat akan menulis “jalur” dan “pacu jalur” di Kuantan Singingi memilih tulisan UU Hamidy sebagai referensi.

Ia pernah berbakti sebagai Sekretaris Badan Dakwah Islam IKIP Malang ( 1965-1970). Sekretaris Yayasan Dana Mahasiswa Riau Cabang Malang (1969-1970), Ketua Himpunan Indonesia untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial (1980), Ketua Bina Mulia Bahasa dan Budaya Melayu Universitas Riau (1984-1985), Ketua Pusat Kajian Islam dan Dakwah Universitas Islam Riau (1990), dan Dekan FKIP Universitas Islam Riau (1992-1996).

Baca Juga:  Rida K. Liamsi

Tahun 1998 menerima hadiah Sagang sebagai penulis buku terbaik budaya Melayu. Melakukan penelitian dan menulis berbagai aspek dunia Melayu di Riau sejak tahun 1973. Dalam kegiatan penelitian pernah mendapat bantuan antara lain dari Pusat Bahasa, LIPI, LSPK Universitas Gadjah Mada, Litbang Departemen Agama Indonesia, The Ford Fundation, The Toyota Fundation dan DEVI-CNRS Perancis.

UU Hamidi memandang kebudayaan sebagai amanah Tuhan. Sebab itu dalam mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat Melayu di Riau, Penulis berikhtiar pula membaca tanda-tanda kebesaran Allah yang ayat-ayat-Nya terbentang seluas jagat raya ini. Dari situ UU hamidy mendapat ilham untuk bersyukur kepada Allah, yang telah memelihara dan mendidik dirinya.

Menulis bagi UU Hamidy merupakan rangkaian dari nikmat Allah yang diterima. Kiranya nikmat ini memberi faedah pula kepada pembaca serta sebagai baktinya terhadap masyarakat Melayu di Riau. Di atas segalanya itu, adalah sebagai tanda pengabdian dan bersyukur serta tanda bertasbih kepada Allah, Tuhan Seni Sekalian Alam.

Karya-karya
Hingga saat ini, UU Hamidy telah menghasilkan puluhan karya. Berikut disenarikan karya-karya tersebut:

  1. 1973. Bahasa Melayu Riau. Pekanbaru: BPKD
  2. 1974. Anzib Lamnyong Gudang Karya Sastra Aceh. Pusat Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Aceh
  3. 1977. Peranan Cerita Rakyat dalam Masyarakat Aceh dalam buku Segi-segi Sosial Masyarakat Aceh, oleh Alfian (ed.). Jakarta: LP3ES
  4. 1981. Kebijakan Mempergunakan Hikayat di Aceh dalam buku Sejarah Masuknya Islam di Indonesia oleh A Hasjim. Bandung: PT Alma’arif
  5. 1981. Riau sebagai Pusat Bahasa dan Kebudayaan Melayu. Pekanbaru: Bumi Pustaka
  6. 1981. Sikap Orang Melayu terhadap Tradisinya di Riau. Pekanbaru: Bumi Pustaka
  7. 1981. Pengarang Melayu di Riau dan Abdullah Munsyi. Jakarta: Pusat Pembinaan Bahasa
  8. 1982. Agama dan Kehidupan dalam Cerita Rakyat. Pekanbaru: Bumi Pustaka
  9. 1981. Kedudukan Kebudayaan Melayu di Riau. Pekanbaru: Bumi Pustaka
  10. 1982. Sistem Nilai Masyarakat Pedesaan di Riau. Pekanbaru: Bumi Pustaka
  11. 1983. Pembahasan Karya Fiksi dan Puisi. Pekanbaru: Bumi Pustaka
  12. 1984. Tradisi Kepenyairan di Indonesia. Pekanbaru: Bumi Pustaka
  13. 1984. Pengantar Kajian Drama. Pekanbaru: Bumi Pustaka
  14. 1984. Orang Patut (bersama Muchtar Ahmad). Pekanbaru: Bumi Pustaka
  15. 1985. ‘’Sumbangan Cendekiawan Riau terhadap Kebudayaan Nasional Indonesia’’ (bersama Hasan Junus) dalam buku Tradisi Johor Riau. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka
  16. 1986. Membaca Kehidupan Orang Melayu. Pekanbaru: Bumi Pustaka
  17. 1986. Kesenian Jalur di Rantau Kuantan Riau. Pekanbaru: Bumi Pustaka
  18. 1986. Dukun Melayu Rantau Kuantan Riau. Pekanbaru: Melayulogi
  19. 1987. Tema Keadilan dan Kebenaran dalam Karya Sastra Indonesia. Pekanbaru: Bumi Pustaka
  20. 1987. Rimba Kepungan Sialang. Jakarta: Balai Pustaka
  21. 1987. Kasin Niro Penyadap Enau. Jakarta: Balai Pustaka
  22. 1988. Kesusastraan Islam di Rantau Kuantan. Pekanbaru: Payung Sekaki
  23. 1988. Sikap dan Pandangan Hidup Ulama di Riau. Pekanbaru: UIR Press
  24. 1989. Kebudayaan sebagai Amanah Tuhan. Pekanbaru: UIR Press
  25. 1989. Ketakwaan Orang Melayu. Pekanbaru: UIR Press
  26. 1989. Perjuangan YLPI di Riau. Pekanbaru: UIR Press
  27. 1990. Masyarakat dan Kebudayaan di Riau. Pekanbaru: Yayasan Zamrad
  28. 1990. Indonesia, Malaysia dan Singapura. Pekanbaru: Yayasan Zamrad
  29. 1990. Estetika Melayu di Tengah Hamparan Estetika Islam. Pekanbaru: Yayasan Zamrad
  30. 1991. Masyarakat Terasing Daerah Riau di Gerbang Abad XXI. Pekanbaru: Yayasan Zamrad
  31. 1992. Pengislaman Masyarakat Sakai. Pekanbaru: UIR Press
  32. 1992. Perantau Jawa di Daerah Riau. Pekanbaru: UIR Press
  33. 1992. Dimensi Bahasa dalam Budaya Melayu’’ dalam buku 100 Tahun Bahasa dan Sastra Melayu oleh S Othman Kelantan (ed.) Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka
  34. Nilai Suatu Kajian Awal, UIR Press, Pekanbaru, 1993
  35. 1993. Kerukunan Hidup Beragama di Daerah Riau. Pekanbaru: UIR Press
  36. 1993. Beberapa Aspek Sosial Budaya Daerah Riau (bersama Muchtar Ahmad). Pekanbaru: UIR Press
  37. 1994. Teks, Pengarang dan Masyarakat dalam Sastra Melayu di Riau’’ dalam buku Pengarang Teks dan Khalayak, oleh Sahlan Mohd Saman. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka
  38. 1994. Potensi Lembaga Pendidikan Islam di Riau. Pekanbaru: UIR Press
  39. 1994. Bahasa Melayu dan Kreatifitas Sastra di Riau. Pekanbaru: Unri Press
  40. 1995. Kamus Antropologi Dialek Melayu Rantau Kuantan. Pekanbaru: Unri Press
  41. 1995. Dari Bahasa Melayu sampai Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Unilak Press
  42. 1995. Islamisasi Melalui Hikayat Aceh, dalam Seulawah Antologi Sastra Aceh, editor LK Ara, Taufiq Ismail, Hasyim KS. Jakarta: Yayasan Nusantara
  43. 1996. Orang Melayu di Riau. Pekanbaru: UIR Press
  44. 1997. Cakap Rampai-rampai Budaya Melayu di Riau. Pekanbaru: Unilak Press
  45. 1997. Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji. Medan: Penerbit Sastra Leo
  46. 1998. Teks dan Pengarang di Riau. Pekanbaru: Unri Press
  47. 1999. Islam dan Masyarakat Melayu di Riau. Pekanbaru: UIR Press
  48. 1999. Bahasa dan Kreatifitas Sastra. Pekanbaru: Unilak Press
  49. 2000. Masyarakat Adat Kuantan Singingi. Pekanbaru: UIR Press
  50. 2001. Kearifan Puak Melayu di Riau Memelihara Lingkungan Hidup. Pekanbaru: UIR Press
  51. 2002. Riau Doeloe, Kini dan Bayangan Masa Depan. Pekanbaru: UIR Press
  52. 2003. Metodologi Penelitian: Disiplin Ilmu Sosial dan Budaya. Pekanbaru: Bilik Kreatif
  53. 2003. Jagad Melayu dalam Lintasan Budaya di Riau. Pekanbaru: Bilik Kreatif
  54. 2005. Rahasia Penciptaan. Pekanbaru: Bilik Kreatif
  55. 2008. Dunia Melayu dalam Novel Bulang Cahaya dan Kumpulan Sajak Tempuling Karya Rida K Liamsi. Pekanbaru: Yayasan Sagang
  56. 2012. Demokrasi Direbut Pemimpin Belalang. Pekanbaru: Bilik Kreatif
  57. 2013. Perangkap Demokrasi dan Bunga Kehidupan: Tiga Sisi Kehidupan Melayu. Pekanbaru: Bilik Kreatif
  58. 2013. Gelanggang Budaya Melayu, 70 Tahun UU Hamidy. Pekanbaru: Bilik Kreatif
  59. 2014. Naskah Melayu Kuno Daerah Riau. Pekanbaru: Yayasan Sagang
  60. 2015. Membeli Dunia. Pekanbaru: Bilik Kreatif
  61. 2017. Negeri Rantau. Pekanbaru: Bilik Kreatif
Baca Juga:  Situs dan Tokoh Pejuang Masa Kolonial

Rujukan:
1. UU. Hamidy. 2004. Jagad Melayu dalam Lintasan Budaya di Riau. Bilik Kreatif Press. Pekanbaru.
2. Elmustian Rahman, dkk. 2012. Ensiklopedia Kebudayaan Melayu Riau. Pekanbaru: Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *