MELAYU RIAU adalah istilah untuk menyebutkan orang Melayu yang berada di Riau (daratan maupun kepulauan) yang merupakan bagian dari bangsa Melayu yang terdapat di Sumatera, Semenanjung Malaya, dan di pelbagai daerah di Asia Tenggara. Melayu Riau juga merujuk kepada bahasa yang terdapat di Riau.
Penamaan Melayu
Istilah Melayu berasal dari kata mala (yang berarti mula) dan yu (yang berarti negeri) seperti dinisbahkan kepada kata Ganggayu yang berarti negeri Gangga. Pendapat ini bisa dihubungkan dengan cerita rakyat Melayu yang paling luas dikenal, yaitu cerita Si Kelambai atau Sang Kelambai. Cerita ini mengisahkan berbagai negeri, patung, gua, dan ukiran dan sebagainya, yang dihuni atau disentuh oleh Si Kelambai, semuanya akan mendapat keajaiban. Ini memberi petunjuk bahwa negeri yang mula-mula dihuni orang Melayu pada zaman purba itu, telah mempunyai peradaban yang cukup tinggi.
Kata melayu atau melayur dalam bahasa Tamil berarti tanah tinggi atau bukit, di samping kata malay yang berarti hujan. Ini bersesuaian dengan negeri-negeri orang Melayu pada awalnya terletak pada perbukitan, seperti tersebut dalam Sejarah Melayu, Bukit Siguntang Mahameru. Negeri ini dikenal sebagai negeri yang banyak mendapat hujan, karena terletak antara dua benua, yaitu Asia dan Australia.
Dalam bahasa Jawa, kata melayu berarti lari atau berjalan cepat. Lalu, dikenal pula ada sungai Melayu, di antaranya dekat Johor dan Bangkahulu. Semua istilah dan perkataan itu dapat dirangkumkan sehingga melayu dapat diartikan sebagai suatu negeri yang mula-mula didiami, dan dilalui oleh sungai, yang diberi pula nama sungai Melayu. Mereka membuat negeri di atas bukit, karena ada pencairan es Kutub Utara yang menyebabkan sejumlah daratan atau pulau yang rendah jadi terendam air. Banjir dari es Kutub Utara itu lebih terkenal dengan banjir atau topan Nabi Nuh. Untuk menghindari banjir itu mereka berlarian mencari tempat yang tinggi (bukit) lalu disitulah mereka membuat negeri.
Istilah melayu baru dikenal sekitar tahun 644 Masehi, melalui tulisan Cina yang menyebutkan dengan kata Mo-lo-yeu. Dalam tulisan itu disebutkan bahwa Mo-lo-yeu mengirimkan utusan ke Cina, membawa barang hasil bumi untuk dipersembahkan kepada kaisar Cina. Pada masa itu, istilah melayu merujuk kepada sebuah kerajaan yang berkemungkinan berkedudukan di Jambi saat ini, dan Jambi diyakini bermula dari Muara Takus.Namun demikian, kerajaan Melayu sudah ada sejak satu milenium pertama sebelum Masehi yang dibuktikan gerabah keramik di Barus di tengah Pulau Sumatera.
Sebagian ahli menyebutkan nenek moyang orang Melayu berasal dari suku Dravida di India, mungkin juga Mongolia atau campuran Dravida dengan Aria yang kemudian kawin dengan ras Mongolia. Pendapat lain mengatakan bangsa Melayu berasal dari ras Mongoloid Melayu dan berbahasa Melayu yang termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia atau disebut juga Melayu Polinesia. Akan tetapi, bahasa Melayu yang ada sekarang sudah berkembang sehingga menghasilkan beragam dialek.
Penamaan Riau
Ada tiga kemungkinan asal nama Riau. Pertama, toponomi riau berasal dari penamaan orang Portugis rio yang berarti sungai. Kedua, mungkin berasal dari tokoh Sinbad al-Bahar dalam kitab Alfu Laila Wa Laila menyebut riahi untuk suatu tempat di pulau Bintan, seperti yang pernah dikemukakan oleh almarhum Oemar Amin Hoesin dalam salah satu pidatonya mengenai terbentuknya Propinsi Riau. Ketiga berasal dari penuturan rakyat Riau sendiri, diangkat dari kata rioh atau riuh yang berarti hiruk-pikuk, ramai orang bekerja.








