Scroll ke bawah untuk melihat konten
Kosabudaya

Panglima Minal-Bengkalis

×

Panglima Minal-Bengkalis

Sebarkan artikel ini
Peziarah mengunjungi makam Panglima Minal di Kampung Airputih Bengkalis. (foto: bengkaliskab.go.id)

Panglima Minal adalah seorang tokoh yang dipercaya sebagai seorang panglima Kerajaan Siak Sri Inderapura yang ditugaskan di Bengkalis. Panglima Minal lebih kepada cerita sage dari pada sejarah.

Konon, Panglima Minal lahir sekitar tahun 1609 dan wafat pada usia 91 tahun. Ia hidup pada masa pemerintahan Sultan Siak Jalil Rahmat Syah. Panglima Minal diangkat menjadi panglima oleh Sultan Siak Jalil Rahmat Syah adalah karena adanya tragedi kekacauan yang dilakukan oleh para perampok dan lanun di Perairan Selat Bengkalis, terutama di perairan Tanjung Kongkong sampai dengan Tanjung Jati. Kejadian ini tidak bisa diatasi oleh para panglima di Kerajaan Siak.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten
Makam Panglima Minal sebelum direnovasi. (foto: budayamelayuriau.org)

Sultan Siak Jalil Rahmad Syah kemudian mengeluarkan sebuah pengumuman kepada masyarakat bahwa barang siapa dapat menumpas para bajak laut atau lanun yang berleluasa merompak di perairan Selat Bengkalis maka Sultan berjanji akan melantiknya menjadi panglima kerajaan.

Mendengar titah atau pengumuman yang dibuat oleh Sultan Siak, maka tersebutlah seorang pemuda yang bertubuh kekar, perkasa dan berjambang yang bernama Minal. Secara diam-diam ia menyanggupi titah sultan untuk menumpas para lanun atau bajak laut tersebut. Ia mulai melakukan penyisiran di perairan Pulau Bengkalis dengan menggunakan perahu kecil.

Dalam mengusir bajak laut, Minal tidak menggunakan kekerasan ataupun pertumpahan darah melainkan dengan menunjukkan ilmunya.  Ia meminta beberapa paku berukuran 5 inci kepada lanun dan langsung memakannya. Hal ini membuat para lanun ketakutan dan tidak berani menghadapinya. Para lanun berjanji tidak akan membuat kekacauan lagi di kawasan Selat Bengkalis.

Baca Juga:  Cerita Rakyat Pekanbaru

Karena jasanya mengusir dan menaklukkan lanun, Sultan Siak mengangkatnya menjadi panglima kerajaan.

Setelah diangkat menjadi panglima, Panglima Minal ditugaskan untuk menumpas kepala perampak terkenal yang bernama Si Megat Hitam. Perompak ini merajalela dengan merampok dan menculik anak dara di Kampung Senggoro.

Setelah melihat kejahatan Si Megat Hitam maka Panglima Minal pun tidak tinggal diam. Dia berusaha menghilangkan kepala perampak tersebut dengan cara menemuinya sehingga pertempuran dan perkelahian pun terjadi.

Makam Panglima Minal sebelum direnovasi. (foto: budayamelayuriau.org)

Ternyata si Megat Hitam mempunyai ilmu kekebalan yang sangat tinggi sehingga sulit untuk dibinasakan. Panglima Minal tidak kehabisan akal. Ia menunggu kesempatan yang baik. Pada saat Si Megat hitam berada di udara dan tidak menjejakkan kakinya di tanah, Panglima Minal pun menancapkan pedangnya ke leher Megat Hitam. Maka dengen seketika Si megat Hitam tewas. Kepalanya dibuang jauh ke Bukitbatu sementara badannya berada di Kampung Senggoro Bengkallis.

Selain mengahadapi dan menumpas para perampok dan bajak laut, Panglima Minal juga diuji untuk menghadapi beberapa panglima kerajaan terdahulu untuk membuktikan ketangguhan dan kekuatannya. Ia dihadapkan dengan panglima kerajaan yatu Panglima Megat Alam, Panglima Emping Bermintah, Panglima Kenaik, Panglima Tunggang, Panglima Nayan (Rupat), Panglima Muhammad (Kubu), dan Panglima Hasyim (Kubu).

Panglima Minal juga pernah mendapat ujian dengan ditembakkan meriam ke arahnya. Namun peluru meriam tidak sampai kepadanya dan jatuh tepat di bawah kakinya.

Baca Juga:  Legenda Putri Lindung Bulan

Kesaktian dan kehebatan Panglima Minal membuat Sultan Siak benar-benar takjub dan yakin dengan kehebatannya. Ia dianugerahkan oleh sultan untuk memimpin keamanan wilayah pesisir Pulau Bengkalis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *