Ukuran yang digunakan untuk menentukan santun tidaknya seseorang (dalam adat dan budaya Melayu) adalah nilai-nilai, norma-norma, hukum dan aturan-aturan yang: (1) diturunkan Allah SWT, (2) dirumuskan oleh manusia. Hal tersebut dinyatakan dalam ungkapan adat:
adat sebenar adat
adat yang diadatkan
adat yang teradatkan
Dari tindakan kebahasaannya, seseorang dapat ditentukan apakah ia tergolong orang yang santun atau tidak? Tindakan kebahasaan yang dikatakan santun itu, antara lain meliputi:
bercakap: adat bercakap mengandung adab
berbual: adat berbual mengandung akal
berbicara: adat berbicara berkira-kira
berbisik: adat berbisik berbaik-baik
berujar: adat berujar bertunjuk ajar
berutur: adat bertutur menuruti alur
berbincang: adat berbincang menuruti undang
(Tenas Effendy, 2010: 21-22)
Tindakan berbahasa yang santun juga mencakupi kemampuan memilih kata (ketepatan bahasa dengan pikiran dan perasaan yang mau dikemukakan), dan kearifan merangkai kata. Dalam ungkapan Melayu disebutkan sebagai berikut:
tanda orang yang bijaksana
tahu memilih merangkai kata
tanda orang yang terpuji
bahasanya tepat pahamnya tinggi
tanda orang yang terbilang
bahasanya elok maknanya terang
tanda orang berpikiran luas
bahasanya teratur maknanya jelas
apa tanda orang bertuah
budinya halus bahasanya indah
Dalam adat dan budaya Melayu, pemakaian bahasa dibedakan dalam empat tingkatan yaitu:
1. Bahasa Mendaki digunakan oleh orang muda terhadap orang yang lebih tua, atau orang yang lebih rendah kedudukannya terhadap orang yang lebih tinggi kedudukannya.
2. Bahasa Mendatar digunakan antara sama sebaya, atau yang berkedudukan setara.
3. Bahasa Melereng digunakan kepada orang semenda.
4. Bahasa Menurun digunakan oleh orang yang lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya, terhadap yang lebih muda atau lebih rendah kedudukannya.
Ini sejajar dengan tipe sikap afektif dalam hubungan sosial Orang Melayu yang berbunyi: “hormati yang tua, kasihi yang sebaya, sayangi yang muda.”
Berkenaan dengan itu, Tunjuk Ajar Melayu juga menyatakan:
Yang disebut adat berbahasa:
tahu alur dengan patutnya
tahu memilih kata mendaki
tahu memakai kata mendatar
tahu menyimak kata menurun
supaya aib tidak tersimbah
supaya malu tidak terdedah
Apa tanda orang berbangsa
bercakap tahu berbudi bahasa
berkata arif dalam berbahasa
bertutur bijak berkata-kata








