Scroll ke bawah untuk melihat konten
Kesenian

Onduo, Nyanyian Pengantar Tidur Rokan

×

Onduo, Nyanyian Pengantar Tidur Rokan

Sebarkan artikel ini
Onduo Ulakbosa. (foto: jepretan video lagu Onduo Ulakbosa)

Onduo adalah salah satu bentuk sastra lisan dan nyanyian tradisional masyarakat Melayu Riau, khususnya di wilayah Rokan Hulu. Tradisi ini digunakan untuk menimang dan menidurkan anak, sehingga menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga dan pola pengasuhan tradisional.

Kegiatan menidurkan anak dengan nyanyian ini disebut muonduo. Istilah lain yang juga digunakan adalah timang anak, timang onduo, atau buai anak—yang merujuk pada fungsi utama sebagai pengantar tidur dan penyejuk hati bagi bayi maupun balita.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Bentuk, Bahasa, dan Gaya Penyajian

  • Umumnya berupa bait-bait puitis yang dinyanyikan berulang
  • Gaya lagu lembut, pelan, dan mendayu
  • Menggunakan bahasa Melayu Rokan Hulu
  • Dinyanyikan sambil:
    • menggendong anak
    • menimang di pangkuan
    • membuai di ayunan (buai)

Liriknya bersifat:

  • nasihat dan doa orang tua
  • ungkapan kasih sayang
  • harapan masa depan untuk anak
  • kadang berisi cerita singkat atau pantun bersahaja

Fungsi Onduo dalam Budaya
Onduo memiliki kedudukan penting dalam pembentukan emosi dan spiritual anak, di antaranya:

AspekPeran
Sosial-emosionalMembangun kedekatan ibu-anak
PendidikanMenanam nilai moral, agama, dan tata krama
EstetikaMemperkenalkan rasa bahasa dan irama
SpiritualMendoakan keselamatan dan kebaikan anak

Tradisi ini juga menjadi media bagi ibu, nenek, atau perempuan keluarga untuk mengekspresikan rindu, harapan, dan kecintaan yang mendalam kepada anak.

Baca Juga:  Yong Saen Kapal Luar-Cerita Yong Dollah

Nilai Budaya dalam Onduo
Onduo merupakan cerminan hubungan keluarga, adat, dan keyakinan dalam budaya Melayu:

Kasih Sayang × Doa × Identitas Budaya

Sastranya menjadi warisan antar generasi, memperkuat:

  • identitas lokal Rokan Hulu
  • peran perempuan dalam pelestarian budaya
  • kesinambungan bahasa dan tradisi Melayu

Ancaman Kelestarian
Seperti banyak tradisi lisan lainnya, keberadaan onduo kini mulai terdesak oleh:

  • pola pengasuhan modern
  • berkurangnya penggunaan bahasa daerah
  • dominasi media elektronik sebagai hiburan anak

Hal ini menjadikan onduo termasuk tradisi yang harus dilestarikan melalui dokumentasi, pendidikan keluarga, dan revitalisasi budaya.

Lirik Onduo
Lirik onduo berbentuk pantun yang dinyanyikan dengan irama yang lembu dan mendayu-dayu. Berikut disajikan beberapa versi lirik pada onduo.

Lirik I
Padi muda diruruik jangan
Kalau diruruik tujelo tali
Ati ebo puturoik jangan
Takuik awak tubedo diri

Buah polom di hutan jirat
Guguo subuah masak mongka
Olah kolom dunia akhirat
Di situ baru badan munyosa

Batang loso digiriek kumbang
Di dalam rimbo tulotaknyo
Kalau lah banyak doso botimbang
Ku norako badan tucampaknyo

Tahan pulakoik panjang tangkai
Tali boriman bingkeh bodompang
Tuntuik lah ilmu akan dipakai
Sukiro mati dapek ditumpang

Kain sulimuik dibaok mandi
Akan sulendang dibaok pulang
Tuntuik ilmu kan bekal mati
Horotu banyak tinga di urang

Padi bunamo lompok tangkai
Poisi kopuk di tongah ruang
Ilmu nan elok tolonglah pakai
Porangai buruk copek dibuang

Baca Juga:  Penamaan Bengkalis

Sokitulah timang dari kami
Lobieh dan kurang tolong maafkan
Itulah pintak pominta diri
Budayo kito jangan tingakan

Lirik II
Dijaja baru dikirai
Ijuk jangan dirontang lain
Diaja badan morosai
Isuk jangan tugamang lai

Guguo unak ditimpo alu
Tolang kuniang murobah mudo
Tiduo anak tiduolah dolu
Sapu koniang pojamkan mato

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *