Scroll ke bawah untuk melihat konten
Teknologi Tradisional

Tembikar

×

Tembikar

Sebarkan artikel ini
Tembikar di Koto TelukKuantan. (Foto: budayamelayuriau.org)

Tembikar merupakan kerajinan tradisional masyarakat Melayu yang dihasilkan dari tanah liat yang dibakar dan digilap. Sejak zaman prasejarah, tembikar digunakan sebagai wadah air, makanan, serta penyimpanan bahan makanan tahan lama seperti jeruk dan pekasam. Pada masa lalu, tembikar juga dijadikan tempat menyimpan benda berharga seperti emas dan permata.

Selain kegunaan domestik, tembikar memiliki peranan penting dalam adat dan upacara. Dalam adat istiadat kerajaan Melayu, tembikar digunakan sebagai wadah air bunga tujuh geluk dan air tujuh batil dalam prosesi persiraman raja atau sultan. Dalam kepercayaan tradisional, tembikar digunakan dalam upacara perasapan dan perembunan yang berkaitan dengan pengobatan serta ritual kesucian.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Sejarah dan Persebaran
Artefak tembikar primitif Melayu ditemukan di berbagai wilayah Asia Tenggara, antara lain:

  • Semenanjung Tanah Melayu: Gua Cha (Kelantan), Bukit Tengku Lembu (Perlis), Bukit Tambun (Perak)
  • Kepulauan Nusantara: Borneo, Sumatra, Jawa, Bali, Madura, Sumbawa, Sulawesi

Di Riau, pecahan tembikar banyak ditemukan di tepi sungai Kampung Langgam yang diyakini sebagai bekas kawasan pelayaran kuno.

Selain produksi lokal, ditemukan pula tembikar dari luar yang menunjukkan pengaruh Dinasti Sung, Yuan, dan Ming China. Namun demikian, perajin Melayu tetap mempertahankan ciri lokal dan tidak meniru bentuk asing secara langsung.

Pusat Pembuatan
Daerah penghasil tembikar tradisional di kawasan Meayu di antaranya adalah:

Baca Juga:  Anyaman
  • Kechor (Perlis)
  • Sungai Puyu (Seberang Perai)
  • Alor Merah (Kedah)
  • Beberapa wilayah di Kelantan, Terengganu, Pahang, Negeri Sembilan, Melaka dan Perak
    (Perak — khususnya Lenggong, Kerian, Sayong, dan Pulau Tiga — menjadi pusat pelestarian tembikar warisan)

Proses Pembuatan

  1. Bahan: tanah liat berkualitas baik, terutama dari endapan busut dan pinggiran sungai.
  2. Pengolahan tanah: dikeringkan → ditumbuk halus → diayak → dicampur air → diperam selama tiga hari → diuli hingga liat.
  3. Pembentukan: teknik gelung secara manual, dibantu pinggan ayan/capah.
  4. Pengeringan: dijemur 2 hari sebelum pembakaran.
  5. Pembakaran: teknik tanur dedah dengan empat metode
    → salai, timbunan sekam, diang, tambun.
  6. Penyelesaian akhir: digosok batu lintar atau disapu damar untuk memperhalus permukaan.

Ragam Hias
Ragam hias dibuat sebelum pembakaran, menggunakan teknik:

  • Tekap/tekan (batu kesat, kulit siput, anyaman)
  • Gores, takik, ukir
  • Tempel (motif tanah liat tambahan)
  • Tebuk dan lubang (khusus fungsi ritual)
  • Catan warna alami (merah/batu kawi dan putih/batu kapur)

Dua kategori motif utama:

  1. Geometri: garis silang, titik, tulang ikan, pucuk rebung, potong wajik, dll.
  2. Organik: daun, bunga, sulur bakung—lebih dekat pada ukiran kayu Melayu.

Bentuk dan Kegunaan
Tembikar Melayu memiliki variasi bentuk dan fungsi:

JenisFungsi
Periuk, belanga, kukusanMemasak
Labu tanah, labu air (Sayong & Pulau Tiga terkenal)Menyimpan air, menjadikannya lebih sejuk
Geluk, buyung, batil, gayungMenyimpan dan mencedok air
Bekas perasapanMembakar kemenyan dalam upacara
Bekas perembunanMenakung air embun untuk ritual
Bekas bunga, bekas abu rokokDekorasi dan kegunaan baru

Bentuk labu tanah merupakan ikon tembikar Melayu—mewakili kesinambungan warisan tradisi hingga kini.

Baca Juga:  Makna-makna Motif dalam Melayu Riau

Rujukan:
Dewan Pustaka dan Bahasa. 1999. Ensiklopedia Sejarah dan Kebudayaan Melayu, edisi kedua cetakan pertama, Selagor: Dewan Bahasa dan Pustaka
Elmustian Rahman, dkk. 2012. Ensiklopedia Kebudayaan Melayu Riau. Pekanbaru: Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau.
Elmustian Rahman, dkk. 2018. Ensiklopedia Kebudayaan Bengkalis. Pekanbaru: Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *