GALAH PANJANG adalah permainan antara 2 kelompok untuk melewati kotak-kotak garis berbentuk galah yang disebut cakbur. Satu kelompok disebut penyerang yang bertugas melewati garis, sedangkan kelompok lainnya disebut penunggu menjaga garis tersebut agar jangan dilewati. Permainan ini memerlukan lapangan bermain yang diberi batas atau gambar berupa garis-garis melintang dan membujur.
Pemain galah panjang berjumlah antara 3 hingga 6 orang tiap kelompok, baik laki-laki maupun perempuan dengan usia berkisar 7 hingga 12 tahun. Permainan sebagai sarana hiburan untuk mengisi waktu senggang yang dimain pada waktu sore hari atau pada malam hari ketika terang bulan.
Tempat yang selalu menjadi sasaran di pinggir pantai, halaman sekolah, halaman surau atau mesjid yang memiliki tanah lapang dan datar, serta bersih sehingga tidak membahayakan. Karena itu permainan ini tidak ada kaitannya dengan peristiwa sosial tertentu dan tidak mempunyai unsur religius atau magis di dalamnya.
Tempat bermain berbentuk empat persegi panjang yang terdiri atas 8 petak (tergantung jumlah pemain). Garis galah penjang yang disebut lunas galah berada di tengah-tengah secara membujur atau vertikal atau tegak lurus pada garis-garis lintangnya. Garis-garis lintang dibuat sejajar serta memiliki jarak yang sama dengan yang lainnya sesuai dengan jumlah pemain dikurangi satu. Jika pemainnya 5 orang, maka garis lintang 4 (5 – 1). Empat orang menjaga garis lintang dan seorang menjaga lunas galah (garis tengah).
Kelompok permainan dipimpin seorang penjaga lunas galah. Penjaga ini secara bebas menggunakan garis tersebut ke atas dan ke bawah mengejar penyerang yang hendak melewati garis lintang.
Aturan Permainan
1. Pengundian
Pengudian dilakukan untuk mencari kelompok penyerang dan penunggu.
2. Penunggu
Ketua kelompok menjaga garis galah panjang disebut kepala galah, secara bebas bisa naik ke atas dan ke bawah, memburu tim penyerang, sedangkan pemain lain menjaga pada garis lintang 1, 2, 3 dan selanjutnya dalam gerak melintang atau penghadangan serangan lawan yang menerobos.
3. Penyerang
Para penyerang seorang demi seorang menerobos, boleh dari kiri ataupun kanan pihak penghadang langsung ke garis atas melewati barisan penghadang. Tembus garis 1, terus ke 2, langsung ke 3 dan lewat ke atas.
4. Keluar Garis
Bila penyerang keluar dari garis permainan, maka dianggap melakukan kesalahan. Penjaga akan berganti peran menjadi penyerang.
5. Tersentuh atau Tertangkap
Jika penyerang tertangkap atau tersentuh oleh penghadang, maka penghadang berganti peran menjadi penyerang.
6. Cup atau Nas
Jika penyerang tidak jadi menyerang atau penghadang tidak jadi menghadang karena sesutu hal maka harus menyebut cup atau nas. Apabila telah mengatakan cup dan nas, maka tangkapan atau sentuhan penghadang, atau galah yang telah dilewati penyerang dianggap tidak sah.
7. Cakbur
Setelah penyerang melewati semua penghadang ke galah bawah yaitu galah 1, galah 2, dan galah 3, maka ia berusaha untuk turun lagi melewati penghadang galah atas yang dimulai dari galah 3, galah 2 dan galah 1. Apabila mampu melewati semua penghadang tanpa tersentuh sedikitpun, maka ia sampai ke teras permainan yang disebut cakbur. Setelah seorang dari penyerang cakbur, semua anggota kelompok lainnya turun kembali ke teras permainan dan mulai menyerang lagi. Begitu seterusnya.
8. Pertukaran
Pertukaran antara penyerang dan penajga terjadi jika penyerang gagal cakbur, dan si penjaga pula yang menjadi penyerang, serta melanjutkan permainan seperti yang telah dilakukan sebelumnya.
9. Pemenang
Setelah usai bermain, kelompok pemenang adalah yang memiliki jumlah cakbur terbanyak. Tim yang kalah jumlah cakbur, maka ia mendukung lawan bermain yang menang dalam jarak sepanjang lunas galah pulang pergi (naik turun).








