Scroll ke bawah untuk melihat konten
Kesenian

Alat Musik Tradisional Rebana

×

Alat Musik Tradisional Rebana

Sebarkan artikel ini
Madihin. Pemadihinan menampilkan madihin dalam suatu kegiatan seminar pendidikan di Pekanbaru. Salah satu poemadihin menggunakan alat musik gebano (rebana besar) dalam pertunjukannya. (Foto: budayamelayuriau.org).

1. Rebana Besar (Bebano)

  • Ukuran permukaan: ± 90 cm
  • Tinggi: ± 42,5 cm
  • Berat: ± 108 kg
  • Bahan balun: Kayu keras (misalnya merbau)
  • Membran: Kulit kerbau
  • Cara bermain: Digantung atau diletakkan pada penyangga, dipukul menggunakan pemalu atau dengan telapak tangan

Kegunaan:

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten
  • Iringan tarian adat berskala besar
  • Persembahan dikir/dikei
  • Prosesi kerajaan, termasuk pertabalan

Rebana besar menghasilkan bunyi dalam, kuat, dan bergema.

2. Rebana Kecil (Kompang dan Variannya)

  • Ukurannya lebih kecil dan ringan
  • Dipegang dengan satu tangan
  • Dimainkan menggunakan tapak tangan atau jari, dalam posisi berdiri atau duduk bersila

Dalam permainan ansambel, rebana kecil dibedakan menjadi:

  • Rebana ibu — ukuran sedikit lebih besar, memberi pola dasar ritmis
  • Rebana anak — ukuran lebih kecil, memberi aksen dan variasi ritmis

Jenis-jenis rebana kecil dinamai berdasarkan fungsi keseniannya, antara lain:

Jenis RebanaKegunaan / Kesenian TerkaitWilayah Umum
Rebana KercingTarian hadrah, perarakan pengantinRiau, Malaysia
Rebana TarPersembahan rodat (lawian rodat)Pantai Timur Sumatra – Semenanjung
Rebana Dikir BaratKesenian dikir baratMalaysia
Rebana RibaMain puteriKelantan–Terengganu
Rebana DabusSeni pertunjukan dabusPerak dan Riau pesisir
Rebana KompangPerarakan adat, penyambutan tamuPesisir Riau (Bengkalis sangat menonjol)
Rebana Berarak (Bebano)Prosesi perarakan adatSumatra Timur–Riau

Catatan: Meski serupa dalam bentuk dan bahan, perbedaan ukuran dan fungsi seni menghasilkan karakter bunyi yang tidak seragam.

Baca Juga:  Seni Pertunjukan Madihin

Teknik Permainan
Teknik permainan rebana memiliki pola ritmis khas yang memanfaatkan:

  • Pukulan bass (di bagian tengah membran)
  • Pukulan tajam (di tepi membran)
  • Pola sahut menyahut antara ibu dan anak

Ansambel rebana menampilkan kekompakan, yang melambangkan kebersamaan dalam masyarakat Melayu.

Rujukan:
Rahman, Elmustian, dkk. 2012. Ensiklopedia Kebudayaan Melayu Riau. Pekanbaru: Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau.
TIM LAMR. 2018. Buku Sumber Pegangan Guru Pendidikan Budaya Melayu Riau. Pekanbaru: Lembaga Adat Melayu Riau.
Zainuddin, M. Diah. 1987. Sastra Lisan Melayu Riau. Pekanbaru: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *