Scroll ke bawah untuk melihat konten
Teknologi Tradisional

Teknologi Tradisional Cupak

×

Teknologi Tradisional Cupak

Sebarkan artikel ini
Cupak, Liter, dan Gantang. (foto: budayamelayuriau.org)

Cupak adalah alat ukur tradisional yang digunakan untuk menakar bahan-bahan berbutir seperti beras, kopi, kacang, dan hasil pertanian lainnya. Dalam sistem takaran tradisional Melayu, satu cupak setara dengan seperempat gantang. Cupak tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur tradisional, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan sistem kehidupan masyarakat Melayu yang erat kaitannya dengan kegiatan pertanian dan adat.

Jenis-jenis Cupak
Terdapat dua jenis cupak yang dikenal masyarakat, yaitu cupak lama dan cupak baru.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

1. Cupak Lama
Cupak lama umumnya terbuat dari tempurung kelapa atau buluh betung (bambu besar).
a. Cupak tempurung kelapa dibuat dari jenis kelapa kecil seperti kelapa puyuh atau kelapa gading. Tempurung dibersihkan dari sabut dan dibentuk menyerupai wadah dengan mulut kecil di bagian atas untuk memasukkan butir-butir yang akan ditakar. Karena ukurannya kecil, volume bahan yang dapat dimuat juga relatif sedikit.

b. Cupak betung terbuat dari ruas buluh betung yang dipotong membentuk silinder. Ukurannya lebih besar dibandingkan cupak tempurung, namun prinsip penggunaannya sama, yakni sebagai alat takar bahan berbutir.

2. Cupak Baru
Cupak baru merupakan bentuk penyesuaian terhadap sistem ukuran modern. Dalam konversinya, satu cupak sama dengan dua liter, atau setara dengan empat cambong.
Cambong adalah wadah berbentuk mangkuk besar yang biasa digunakan untuk menampung gulai, nasi, atau buah dalam tradisi masyarakat Melayu.

Baca Juga:  Beliung

Ilustrasi Teknis Cupak

  1. Cupak Lama
    • Cupak Tempurung Kelapa
      • Bentuk: setengah bola, menyerupai batok kelapa bagian bawah.
      • Ukuran: diameter sekitar 10–12 cm, tinggi 7–8 cm.
      • Bahan: tempurung kelapa jenis kecil (kelapa puyuh atau kelapa gading).
      • Ciri khas: bagian tepi atas diberi “mulut” kecil (lubang corong) untuk menuangkan isi.
      • Warna dominan: cokelat tua alami tempurung kelapa.
    • Cupak Betung
      • Bentuk: silinder seperti gelas bambu.
      • Ukuran: tinggi 15–18 cm, diameter 10–12 cm.
      • Bahan: ruas bambu betung yang dipotong rapi dan dibersihkan.
      • Warna dominan: hijau kekuningan alami bambu, dengan serat halus vertikal.
  2. Cupak Baru
    • Bentuk: wadah silinder dari logam atau plastik keras, menyerupai takaran modern.
    • Kapasitas: 2 liter atau 4 cambong.
    • Warna dominan: perak (logam) atau putih kebiruan (plastik).
    • Tanda ukuran: biasanya terdapat garis pengukur volume di bagian dalam.
  3. Cambong
    • Bentuk: mangkuk besar, sedikit cekung dan bertepi lebar.
    • Ukuran: diameter 18–22 cm.
    • Fungsi: wadah untuk nasi, gulai, atau buah saat acara adat.
    • Warna: biasanya putih polos atau bermotif bunga khas Melayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *