Scroll ke bawah untuk melihat konten
Makanan Tradisional

Kue Siput Kuala Bagan

×

Kue Siput Kuala Bagan

Sebarkan artikel ini
Kue Kacang Pukul, salah satu varian keu kering yang terdapat di Rokan Hilir. (foto: budayamelayuriau.org)

Kue Siput Kuala Bagan adalah salah satu penganan tradisional masyarakat Kuala Bagan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Kue ini termasuk kategori kue kering dan dikenal memiliki bentuk menyerupai hewan siput (keong), sehingga dinamakan “kue siput”. Kudapan ini memiliki cita rasa gurih–asin dengan aroma udang yang kuat, sekaligus tekstur renyah pada kulitnya dan lembut pada bagian isi.

Bahan Utama
Kue Siput Kuala Bagan menggunakan bahan dasar umbi talas yang merupakan komoditas pertanian lokal di kawasan pesisir Rokan Hilir. Selain talas, bahan penting lainnya adalah:

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten
  • Margarin atau minyak goreng (sebagai pencampur dan untuk menggoreng)
  • Telur (bahan pengikat adonan)
  • Udang segar (udang basah)
  • Udang kering (ebi)
  • Garam
  • Bawang merah dan bawang putih
  • Daun bawang
  • Merica (lada)

Keberadaan udang segar dan udang kering menegaskan karakter kuliner masyarakat pesisir yang memanfaatkan hasil laut sebagai bagian utama dalam masakan tradisionalnya.

Karakteristik

AspekDeskripsi
RasaGurih–asin, beraroma udang
TeksturBagian luar renyah, bagian isi lembut
WarnaKuning kecokelatan setelah digoreng
BentukUkiran berbentuk spiral/bulatan menyerupai cangkang siput
Kategori kulinerKue kering tradisional khas pesisir Riau

Kue ini biasa disajikan sebagai hidangan hari raya, suguhan untuk tamu, serta oleh-oleh khas Kuala Bagan.

Proses Pembuatan
a. Pembuatan Kulit (Siput)

Baca Juga:  Kue Bangkit
  1. Umbi talas dikupas, dicuci lalu dikukus hingga lunak.
  2. Talas dihaluskan dan diberi garam secukupnya.
  3. Campuran dibentuk memanjang lalu digulung hingga menyerupai bentuk siput.
  4. Adonan siput digoreng dalam minyak panas hingga kering dan renyah.

b. Pembuatan Isi

  1. Talas dipotong kecil atau dicincang, dikukus kembali bila perlu, kemudian dicuci air garam untuk mengurangi getah gatal.
  2. Udang kering (ebi) ditumbuk halus.
  3. Bawang merah, bawang putih, dan merica digiling hingga menjadi bumbu halus.
  4. Tumis daun bawang dan bumbu halus hingga harum.
  5. Masukkan talas cincang dan udang yang sudah ditumbuk.
  6. Aduk hingga tercampur rata dan matang, lalu angkat dan dinginkan.

c. Pengisian dan Penyajian

  • Setelah bahan isi dingin, masukkan ke dalam rongga kue siput yang sudah digoreng.
  • Kue siap dihidangkan atau disimpan dalam wadah kedap udara sebagai kue kering tahan lama.

Konteks Budaya dan Persebaran
Kue Siput Kuala Bagan merupakan bagian dari tradisi kuliner pesisir Melayu Riau, khususnya di Kuala Bagan, daerah yang secara historis berkembang sebagai wilayah pelabuhan dan pemukiman nelayan. Kue ini mencerminkan:

  • Pemanfaatan hasil laut lokal (udang)
  • Adaptasi bahan pangan lokal seperti talas
  • Nilai kebersamaan karena umumnya dibuat secara gotong royong menjelang perayaan besar

Selain menjadi suguhan keluarga, kue ini juga berpotensi sebagai produk ekonomi kreatif khas daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *