Scroll ke bawah untuk melihat konten
Ekonomi & Mata Pencaharian

Arsitektur Tradisional

×

Arsitektur Tradisional

Sebarkan artikel ini
Rumah Limas, salah satu bentuk rumah tradisonal Melayu Riau. (foto: budayamelayuriau.org)

Arsitektur tradisional adalah karya seni arsitektur rakyat yang dibuat dengan cara yang sama secara turun temurun tanpa adanya perubahan-perubahan yang signifikan pada bangunan. Arsitektur tradisional berkaitan erat dengan arsitektur vernakular yaitu suatu karya arsitektur yang tumbuh dari arsitektur tradisional dengan segala macam tradisi dan mengoptimalkan atau memanfaatkan potensi-potensi lokal. Karya seni ini tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat yang keberadaannya merupakan wujud dari kekuatan lokalitas sejak masa lampau. Bentuk dan struktur bangunan sangat dipengaruhi oleh permasalahan yang dihadapi terutama yang berkaitan dengan alam.

Ciri khas arsitektur vernakular Melayu terlihat dari lantai yang ditinggikan dari tanah (panggung), tiang berfungsi sebagai struktur utama, dan atap berpuncak dengan bubung dipanjangkan.  Atap dibangun dengan struktur lebih tinggi dan ventilasi yang banyak merupakan jawaban di tengah udara tropis yang panas. Perbauran dengan alam menjadikan hampir seluruh struktur rumah dibangun dengan pemanfaatan hasil hutan. Rumah panggung hampir merata digunakan di seluruh wilayah Riau, baik di pusat bandar maupun di perkampungan. 

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Pengaruh dan eksistensi Islam sejak abad 13 dan Eropa sejak abad 17, menghasilkan variasi design dan filosofis yang lebih kompleks namun tetap tidak meninggalkan kekhasan tradisional. Budaya Islam menganjurkan pembangun rumah kepada “islami’ berlandaskan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Alquran dan hadist.  Rumah yang semula hanya dianggap sebagai tempat berdiam kemudian dipenuhi hal-hal yang dianggap memiliki makna. Ornamen makhluk hidup diganti dengan hiasan bertema tumbuh-tumbuhan, atau hewan air seperti ikan dengan sisik melengkung memberi kesan tulisan Arab. Pembangunan fisik dan penyediaan ruang-ruang diutamakan yang mengingatkan kepada keagungan tuhan. Pengaruh Eropa tampak pada pembangunan fisik seperti atap limas dan metode pembangunan yang dianggap lebih modern. 

Baca Juga:  Teknologi Kelautan Orang Melayu

Ciri khas arsitektur Melayu terdapat pada penggunaan bentuk atap yang khas. Tenas Effendi (2003) menyebutkan, terdapat tiga tipe bentuk dasar atap bangunan arsitektur Melayu, yaitu atap limas, atap lipat dan atap lontik. Atap limas tersebar di semua wilayah di Riau. Atap lipatan banyak terdapat di daerah pesisir, sedangkan atap dengan bentuk lontik banyak terdapat di Kampar, Kuantan, Singingi dan Rokan. Seni arsitektur vernakular mencakup berbagai bentuk rumah dan ornamen di dalamnya termasuk teknik konstruksi, penggunaan bahan bagunan, fungsi, filosofi, motif dan ukiran. Deskripsi konsep tentang arsitektur vernakular dan hunian vernakular yang telah diungkap para ahli berdasarkan kategori bentuk (form) dan ruang (space).

Rujukan:
Taufik Ikram Jamil, Derichard H. Putra, dan Syaiful Anuar. 2020. Pendidikan Budaya Melayu Riau untuk SMA/SMK/MA kelas XII. Penerbit Narawita: Pekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *