Scroll ke bawah untuk melihat konten
Permainan Tradisional

Permainan Congkak

×

Permainan Congkak

Sebarkan artikel ini
Congkak. Bermain congkak dilakukan untuk mengisi waktu luang sambil bersosialiasi dengan kawan sebaya. (foto: budayamelayuriau.org)

Permainan Congkak adalah permainan dengan menggunakan peralatan papan dan buah congkak. Papan terbuat dari kayu yang menyerupai perahu, de­ngan ukuran sekitar 50 x 20 cm, tebal 8 cm. Di perut bagian atas terdapat 16 buah lubang berisi buah congkak. Buah congkak bisa dari batu-batu kerikil, kucing-kucing (sejenis siput kecil yang hidup di pasir pantai). Papan congkak juga bisa diganti dengan membuat lubang pada tanah.

Congkak dimainkan oleh dua orang. Usia para pemain bekisar antara 10 hingga 50 tahun. Umumnya dimainkan oleh kaum wanita namun tidak menutup kemungkinan kaum pria. Biasanya kaum pria kurang se­nang karena permainan ini berjalan lambat dan memakan waktu lama.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Tata Cara Permainan
Jalannya permainan diawali dengan sut untuk menentukan siapa yang mulai duluan. Setiap orang memiliki 49 buah congkak yang nantinya diisikan ke lubang di papan congkak. Satu lubang diisi dengan 7 buah, buah congkak dan lubang induk untuk tahap mula belum diisi. Yang menang sut diberikan kesempatan pertama untuk pertama kali jalan dan boleh memilih lubang yang mana saja  (asal bukan lubang di tempat lawan).

Semua buah congkak diambil kemudian dimasukkan satu persatu buah tersebut ke lubang rumah dan juga 1 ke lubang induk. Dari lubang induk kemudian buah dimasukkan ke lubang lawan. Namun tidak dimasukkan ke lubang induk lawan. Setiap lubang buah terakhir baik lubang rumah sendiri maupun lubang rumah lawan, ambillah semua buah di situ, dan terus berjalan seperti biasa.

Baca Juga:  Permainan Calung (Goncang Kaleng)

Bila tempat buah terakhir pada lubang kosong maka: jika lubang rumah baik milik sendiri maupun milik lawan kosong, jalannya mati. Dan, lawan tukar menjadi pembawa. Dan  kalau lubang rumah milik sendiri dan bila di tempat lawan berisi buah, disebut: tembak, artinya semua buah di lobang tersebut diambil semuanya. Namun bila  berjalan tidak sampai memutar, maka bukan  nembak tetapi mati.

Tahap pertama berakhirnya permainan ini bila semua buah congkak telah terkumpul di rumah induk. Kemudian permainan dilanjutkan kembali dengan mengisi rumah congkak dengan masing-masing 7 buah. Bila dalam satu lubang tidak cukup 7 buah maka lubang tersebut dianggap hangus dan merupakan poin bagi yang kelebihan buah. Akhir dari permainan ini adalah bila salah satu  pemain tidak bisa lagi mengisi semua lubangnya.

Bila buah terakhir jatuh pada lubang induk milik kita, maka kita bo­leh memilih buah lubang/rumah kita yang mana saja, lalu berjalan seperti biasa.

Peraturan permainan
Pertama, pemain mematikan lawan, bila kelebihan buah dalam lubang induk lebih dari 49 buah, artinya setiap lubang yang 7 itu, dapat diisi 7 buah akan tetapi masih ada sisanya yang mengakibatkan lubang lawan ada yang kurang. Tiap lubang kurang dari 7 buah tak boleh dipakai lagi.

Kedua, waktu menyusun buah ulangan permainan berikutnya, jika salah satu lubang rumah tak terisi atau kurang dari 7 buah maka lubang kosong itulah biji kemenangan lawan.

Baca Juga:  Permainan Ligu/Sengki

Ketiga, waktu menyusun permainan berikutnya, lubang rumah yang telah kosong waktu permainan sebelumnya tak boleh diisi lagi, baik sen­diri maupun pihak lawan. Bila tersalah isi hukuman mati, dengan buah diisi ke induk sendiri.

Keempat, pembawa berikut, barang siapa yang dapat mengosongkan lubang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *