Scroll ke bawah untuk melihat konten
Permainan Tradisional

Permainan Cang-cang Beringin

×

Permainan Cang-cang Beringin

Sebarkan artikel ini
Permainan Cang Cang Beringin.

Cang Cang Beringin adalah permainan rakyat berupa terka-terkaan dan menyembunyikan sesuatu dalam kepalan tangan. Permainan diiringi dengan nyanyian dalam suasana kegembiraan.

Peralatan permainan berupa batu kecil. Pemain tidak ditetapkan, sekitar 3 hingga 7 orang, anak-anak seusia 7 hingga 13 tahun. Anak laki-laki atau anak perempuan boleh melakukan permainan ini. Sedangkan tempat permainan ini biasanya dilaksanakan di rumah atau pelantar rumah.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melihat konten

Permainan ini untuk bersukaria pada waktu istirahat sekolah atau hari-hari libur dan hari raya, ketika mereka banyak berkumpul di tempat-tempat seperti di Koto, tempat berkumpul seluruh masyarakat dalam hari raya kedua, maka anak-anak sambil menunggu orang tuanya sedang bersilaturahmi, musyawarah di rumah godang atau adat, mereka asyik hilir mudik berlari kian kemari, sambil mendengarkan tetabuhan/bunyi-bunyian dari beduk atau para remaja sedang melakukan permainan silat di balai. Pada masa inilah anak-anak penuh keceriaan bermain sesama dengan menggunakan baju baru, dan atas kesepakatan mereka maka dilakukan permainan yang ringan, ceria, lucu dsb.

Aturan Permainan
Cara bermain Cang Cang Beringin ini beberapa orang anak-anak sebelum bermain melakukan sut, siapa yang kalah menelungkup seperti sujud waktu sholat. Sedangkan teman yang lain (pemegang sut) meletakkan kedua telapak tangannya dengan posisi tertelentang di atas punggung temannya tadi.

Baca Juga:  Permainan Ligu/Sengki

Salah seorang mengambil komando dengan menggunakan sebuah batu, menjalankan batu tersebut dengan posisi berputar di atas telapak tangan peserta seluruhnya sambil bernyanyi:

Cang cang beringin
Beringin Tali Kopan
Kopan minta angin
Anak raja berpayungan

Setelah itu batu diletakkan di telapak tangan salah seorang pemain dan semua pemain mengepalkan tangan serta beramai-ramai sambil menari  mengucapkan:

Si kuncang Lewe, si kuncang lewe.

Pemain yang kalah tadi berdiri dan memperhatikan seluruh pemain dan menerka di mana batu tadi berada. Jika tebakannya tidak tepat, maka dia kembali seperti semula (menelungkup). Apabila tebakannya tepat, maka orang yang mengguncang batu tersebut menggantikan posisi yang kalah tadi, begitu seterusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *