Rendang paku adalah masakan sejenis rendang dengan bahan utama paku atau pakis. Rendang ini dimasak dengan bahan-bahan berupa daun pakis beserta batang muda, kelapa parut, serai, daun kunyit, daun salam, daun jeruk purut, cabe merah, cabe rawit, jahe, laos, kunyit, kemiri, bawang putih, bawang merah, dan garam secukupnya.
Proses pengolahan dimulai dengan mengerat pakis kecil dan dibersihkan, kemudian santan dicampur dengan bumbu yang dihaluskan beserta serai, daun jeruk. Semua bahan dijerang dan diaduk hinngga santan agak kental, lalu masukkan pakis. Setelah kuah mengering, api dikecilkan.
Memasak redang paku yang paling baik adalah menggunakan bara api ditambahkan sabut kelapa. Apabila santan dengan bumbu dan pakis sudah menyatu, juga pakisnya sudah rapuh maka masakan sudah menjadi rendang paku, dan siap dihidangkan. Masakan ini biasanya dimakan untuk makan siang maupun malam hari. Memakannya diiringi dengan ikan asin goreng dan sambal belacan.
Paku hidup disela-sela pohon yang besar sehingga terlindung dari terangnya matahari. Pakis ini tidak tahan hidup di tempat yang panas, oleh karena it senantiasa hidup di tempat yang terlindung dan senantiasa udara lembab. Paku tumbuh dengan ketinggian maksimal setengah meter. Batang dan daun bertestur halus berwarna hijau dan batang agak keras. Mengambil paku biasanya hanya dengan mematahkan ujung atau daun muda dengan tangan.
Pakis selain dibuat rendang, juga sering dibuat sebagai gulai dan sayuran. Daun pakis memang terasa enak, namun menurut orang-orang tua, apabila terlalu sering memakannya akan menimbulkan sakit pinggang, sebaliknya ada juga yang mengatakan bahwa tumbuhan pakis ini dapat menyembuhkan sakit pinggang.
Rujukan:
1. Elmustian Rahman, dkk. 2012. Ensiklopedia Kebudayaan Melayu Riau. Pekanbaru: Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau.
2. Syahrial De Saputra T dan Anastasia Wiwik Swastiwi. 2003. Makanan Tradisional Masyarakat Talang Mamak dan Melayu Indragiri di Riau. Tanjungpinang. Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata Deputi Pelestrian dan Pengembangan Budaya Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Riau







